Rangkuman tentang WOM

15 02 2008

1.jpgSudah sekitar 2 bulan saya telantarkan blog ini. Maklum lagi sibuk kerjaan dan hobi lain. Mungkin lebih sibuk hobinya daripada kerjaannya :p. Kali ini saya akan coba merangkum tentang informasi dari mulut ke mulut atau lebih dikenal dengan istilah Word of Mouth (WOM). Beberapa bulan lalu ada seorang mahasiswi yang bertanya pada saya tentang konsep WOM dan pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Tulisan kali ini adalah ringkasan pembicaraan saya dengan mahasiswi tadi ditambah dengan beberapa hasil penelitian di dunia akademik.

Sebenarnya sudah sejak lama orang-orang, baik peneliti maupun praktisi, tertarik dengan pengaruh WOM terhadap perilaku konsumen. Tapi akhir-akhir ini perhatian itu semakin meningkat. Setidaknya ada tiga hal yang melatarbelakanginya. Pertama adalah semakin banyaknya sumber informasi yang dapat diperoleh konsumen yang digunakannya untuk mengambil keputusan. Akibatnya effektivitas iklan yang selama ini menjadi alat utama komunikasi menjadi menurun. Bayangkan berapa banyak iklan yang setiap hari kita lihat dari sejak bangun tidur, pergi ke kantor, di kantor, pulang ke rumah, sampai kita tidur lagi. Mungkin bisa puluhan bahkan ratusan. Jangankan mengerti pesan iklan-iklan itu, untuk mengingatnya pun sudah sulit. Alasan kedua mengapa WOM semakin diperhatikan adalah semakin pintarnya konsumen dalam memilih informasi yang dibutuhkannya. Dibanding dengan iklan yang selalu menayangkan kebaikan dan keunggulan suatu produk, konsumen cenderung lebih percaya pada WOM karena biasanya sumber beritanya adalah orang yang bisa dipercaya. Alasan ketiga adalah adakalanya informasi WOM berisi berita negatif (negatif WOM) dan ini hampir tidak bisa dikontrol oleh perusahaan. Kalau negatif WOM tidak segera ditanggulangi besar kemungkinan perusahaan akan kehilangan customernya.

Kalau dilihat dari proses pengambilan keputusan oleh konsumen, pengaruh WOM akan semakin besar dibanding iklan pada tahap-tahap akhir proses tsb. Pada tahap awal, yaitu pada tahap pengumpulan informasi tentang barang atau brand apa saja yang ingin dibeli, konsumen akan menggunakan iklan untuk mengetahui nama produk atau brand. Ketika masuk pada tahap penilaian informasi, konsumen akan membandingkan kualitas antara produk yang satu dengan yang lainnya. Pada tahap ini konsumen cenderung menggunakan informasi WOM daripada iklan.

Karakteristik produk sendiri bisa mempengaruhi kecenderungan penggunaan WOM dan iklan. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa pengaruh WOM lebih besar daripada iklan untuk produk-produk baru. Ini mungkin disebabkan karena pengetahuan konsumen tentang produk baru masih sangat terbatas dan membeli produk tersebut sangatlah beresiko. Makanya mereka akan menunggu penilaian dari orang yang pernah memakainya. Selain produk baru, produk yang tingkat involvement-nya tinggi juga berpengaruh terhadap penggunaan WOM. Maksudnya, konsumen akan cenderung menggunakan WOM ketika membeli barang yang membutuhkan pertimbangan yang banyak untuk membelinya (misalnya mobil dan TV flat). WOm tidak terlalu berpengaruh pada pembelian barang seperti sabun cuci atau gula pasir.

Sumber informasi WOM secara garis besar ada dua golongan. Yang pertama adalah opinion leader, yaitu orang yang bukan saja mempunyai pengetahuan banyak terhadap produk tertentu tapi juga mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumsi orang lain. Misalnya penilaian seorang kameraman profesional terhadap suatu kamera akan mempengaruhi orang lain untuk membeli atau tidak membeli kamera itu. Yang kedua adalah yang disebut market expert, yaitu orang yang tahu banyak tentang berbagai macam produk konsumen atau tempat perbelanjaan. Waktu masih sekolah di Sendai dulu, ada istri teman yang tahu produk apa saja yang sedang murah, dimana dan kapan dijualnya. Istri teman saya ini akan dengan cepat menyebarkan informasi semacam ini.

Hubungan antara sumber WOM dan penerimanya juga bisa mempengaruhi effek dari informasi yang disebarkan. Para peneliti menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kesamaan dan semakin kuat hubungan anatara sumber dan penerimanya, maka akan semakin besar pengaruh WOM terhadap pengambilan keputusan oleh si penerima. Juga apabila perbedaan pengetahuan tentang produk antara sumber dan penerima, pengaruh WOM akan semakin kuat. Di lain pihak, apabila hubungan antara sumber dengan penerima tidak terlalu kuat, maka penyebaran informasi WOM akan semakin luas. Tapi perlu diingat juga, seorang penerima bisa menjadi sumber WOM pada waktu yang berlainan.

Terakhir, effek dari WOM berbeda tergantung apakah isinya positif atau negatif. Pada umumnya pengaruh negatif WOM lebih besar. Ini terjadi karena negatif WOM jarang muncul, dan ketika muncul impaknya besar sekali. Selain besar pengarunya, negatif WOM juga cepat menyebarnya dibanding positif WOM. Secara rata-rata, orang akan menyebarkan ketidakpuasanya kepada orang lain lebih dari dua kali lipat daripada ketika dia puas terhadap produk tertentu.


Tindakan

Information

16 tanggapan

18 02 2008
Resi Bismo

Iya nich mas saya tunggu2 posting barunya, akhirnya muncul.

Mengenai WoM, ketika saya hendak membeli barang baru, khususnya elektronik, saya cek dulu di internet, preview2 ttg barang tersebut sebab barang yg saya akan beli belum tentu orang lain memilikinya, sehingga WoM tidak berlaku disini.
Jika barang2 yg akan saya beli kawan atau kerabat memilikinya tentunya saya lsg pakai hukum WoM tsb jika muatannya lebih banyak positf karena pengalaman lsg dari siempunya bisa meyakinkan diri saya untuk membeli barang yg dimaksud.

mas! bisa dibahas dong mengenai EbaY kyknya menarik sekali tuh.

salam

Dony:

Mas Ario, makasih komentarnya. Mungkin preview2 diinternet juga ada yang termasuk WOM kalau yang menulisnya bukan dari perusahaan yang bersangkutan.

Ebay memang menarik untuk dibahas. Nanti kapan-kapan deh. Sebenarnya situs ini mirip dengan kakaku.com di Jepang.

21 02 2008
saniroy

kelihatannya, menelantarkan blog juga menjadi salah satu alasan untuk memantapkan diri sebagai sumber WOM yang makin mantaps untuk hobi fotografi nih Kang :-) . Saluuut.

Dony:

he he. beginilah kalau kebanyakan hobi. Bingung mana dulu yang harus dikerjain.

24 02 2008
dimasu

aah… WOM negatif.. saya pernah mengalaminya. tapi bukan WOM sih, tapi WOB (wor of blog) *maksa* .. banyak yang mengira saya memberikan “WOB” negatif suatu produk di blog saya. padahal sih tidak demikian maksudnya..
*curhat*

16 04 2008
Yoga

Salam kenal, sebelum membaca tulisan ini, awalnya saya kira istilah WOM hanya untuk mereka yang NATO (Not Action Talk Only) atau Brain Mouth sebagai lawan dari Walk the Talk :) Thanks atas ilmunya.

29 04 2008
chatarina

Yth P.Dony,
salam kenal pak, senang sekali bisa nemukan blog ini :) saat ini saya sedang mendapat tugas membuat paper mengenai issue marketing. saya tertarik untuk membahas WOM, mohon informasi dimana saya bisa akses jurnal/penelitian yang berkaitan dengan ini.
makasih sebelumnya ya pak.. :)

Dony:

Dik Chatarina, kalau tidak salah journal of advertising edisi terbaru memuat edisi khusus tentang WOM. Silahkan dicheck. Kalau tidak bisa mengakses ke jurnalnya, silahkan hubungi saya lewat email.

1 05 2008
arif

mas donny, saya lagi nulis skripsi tentang wom
apkah wom itu merupakan variabel or bukan? coz saya salah membuat bagan penelitian, dikarenakan kata dosen pembimbing saya wom bukan variabel.
saya bingung harus membuat bagan penelitian nya bagaimana.
bisa membantu saya? or punya jurnal yg membuat bagan penelitian wom.
terima kasih. ^_^

2 05 2008
donydw

Dik Arif,

Tergantung konteksnya. Pada konteks tertentu kita bisa menganggap WOM sebagai variabel(bebas). Misalnya dalam tulisan di atas WOM adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi pembelian, selain faktor lain seperti harga atau promosi. Kita bisa membuat model pembelian dengan memasukan WOM sebagai variabel. Misalnya probabilitas seseorang memilih produk atau brand A bisa ditulis P(A) = f(harga, promosi, WOM). Cuma masalahnya, sulit untuk mengukur nilai WOM. Mungkin salah satunya dengan menggunakan binary atau dummy variabel. Cara lain bisa dengan mengasumsikan WOM sebagai variabel laten dengan cara menggunakan metode SEM misalnya.

2 05 2008
arif

sebelum nya makasih buat mas donny ^_^
saya tadi abis bimbingan sama dosen saya, dikatakan wom bukan variabel, tapi wom dikatakan seperti benda, tidak dapat dikatakan variabel. karena variabel adalah sesuatu yg bisa berubah-ubah. jadi saya akhirnya mencoba cari journal laen mengenai wom.
dan saya menemukannya, dijurnal tsb dikatakan:
“Although volume and valence are among the most important measures of WOM in the literature, other measures, such as duration, intensity, and dispersion, exist (Eliashberg et al. 2000; Godes and Mayzlin 2004b)”.
dijounal tsb dikatakan bahwa valence, volume, durasi, intensity dsb merupakan alat ukur dari wom.
jadi saya mencoba mengambil valance sbg variabel nya.
apakah valance tsb bisa saya jadikan vaiabel bebas?
dgn bagan penelitian nya : valence ==> attitude ==> keputusan pembelian
makasih mas donny ^_^

Dony:

Dik Arif, bisa saja Anda mengambil satu variabel saja tanpa memperhatikan effek moderasi dari variabel lain. Resikonya adalah estimasi dari variabel yang dipilih itu bisa over-estimated atau under-estimated. Kalau saran dari saya, lebih baik memperhatikan juga pengaruh dari effek lainnya(duration, volume, agent, dll)

3 05 2008
dadang

tolong cariin teori atau artikel yang menyatakan bahea word of mouth communication berpengaruh terhadap motif pembelian konsumen,,,,,,,please….buat skripsi….judulku “pengaruh komunikasi lisan terhadap motif pembelian pt xx” please……banzai

Dony:

Dik Dadang, silahkan hubungi saya lewat email dan cantumkan nama lengkap dan sekolah Anda.

31 05 2008
dadang

maaf,,,,,,,siapa saja yang tahu alat ukur atau indikator wom…….please, kasitau secepatnya…………darurat!!!!!!…………………

19 06 2008
Dimas

Mas Dony seperti yang mas dony tulis bahwa WOM negatif lebih cepat menyebar dibandingkan WOM positif, apakah hal ini disebabkan orang-orang lebih menonjol sifat negatifnya dibandingkan sifat positifnya?

26 06 2008
Harianus Zebua

Mas Dony. Saya ada kirim email ke email Mas yang di Yahoo sudah dibacakah?

26 06 2008
donydw

Mas Hari, saya tidak menemukan email dari Anda. Ngirimnya kapan ya?. Tolong dirikim lagi kalau tidak keberatan. Selain ke yahoo bisa juga di kirim ke:

dony@econ.osaka-u.ac.jp

27 06 2008
Harianus Zebua

Halo Mas Dony
Saya sudah kirim ulang ke dua alamat email Mas Dony. Email saya yang ke Yahoo terkirim tanggal 25 Juni 2008, belum ada report failed.

Semoga yang ini berhasil.

Salam

11 08 2008
fajar

Dear Pak Dony

Artikel anda bagus sekali, saya mendapat banyak insight dari situ. Saya juga punya sedikit pandangan tentang WOM. Bagi saya, WOM adalah sebuah metode pemasaran berbasis kepercayaan, nah, kalau menurut saya, untuk mengoptimalkan cara itu, sebuah produk harus minimal melewati tahap marketing umum dan periklanan terlebih dahulu atau dengan kata lain, WOM sangat sulit digunakan untuk memasarkan produk baru. Saya tidak mengatakan WOM tidak bisa untuk itu, tapi harus disertai sebuah advertising untuk meningkatkan brand awareness-nya. Supaya para konsumen ngeh terlebih dahulu dengan produk tersebut.

Dan karena basisnya kepercayaan, makanya saya setuju jika terjadi negatif WOM maka dampaknya besar sekali. Begitu pula jika rantai kepercayaan itu putus, tampaknya sulit memanfaatkan jalur komunikasi ini. Multi Level Marketing adalah contoh kasus yang saya maksud.

Gitu deh, sekedar sharing. Anyway salam kenal ya pak

Nice Article

^_^

28 08 2008
ario saja

WOM kiraian salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor bozz

Tinggalkan komentar