<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pembelian terencana dan tak terencana</title>
	<atom:link href="http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/</link>
	<description>Situs tentang Marketing dan Perilaku Konsumen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 09:26:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Santi</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-319</link>
		<dc:creator>Santi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 08:31:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-319</guid>
		<description>Dear Dony,
Saya mhs S-2 Trisakti dan sedang mempersiapkan tesis. Tadinya tesis saya mengenai &#039;Consumer-based brand equity and country of origin relationship&#039;. Tapi pada saat saya membaca bahasan Mas Donny mengenai &#039;Pembelian terencana &amp; tidak terencana&#039;, saya jadi sangat tertarik. Bolehkah saya minta bantuan Mas, utk journal yang pernah membahas tentang topik ini? Juga buku pendukung-nya apabila ada? Mungkin bila journal tersebut masih cukup fresh, saya ingin mengganti dgn topik ini. Mohon bantuannya.
Terima kasih.
S@NT!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Dony,<br />
Saya mhs S-2 Trisakti dan sedang mempersiapkan tesis. Tadinya tesis saya mengenai &#8216;Consumer-based brand equity and country of origin relationship&#8217;. Tapi pada saat saya membaca bahasan Mas Donny mengenai &#8216;Pembelian terencana &amp; tidak terencana&#8217;, saya jadi sangat tertarik. Bolehkah saya minta bantuan Mas, utk journal yang pernah membahas tentang topik ini? Juga buku pendukung-nya apabila ada? Mungkin bila journal tersebut masih cukup fresh, saya ingin mengganti dgn topik ini. Mohon bantuannya.<br />
Terima kasih.<br />
S@NT!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: peter wee</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-179</link>
		<dc:creator>peter wee</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 08:36:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-179</guid>
		<description>Membaca setiap artikel yang ditulis , membuat saya teringat masa-masa kuliah, sangat menyenangkan menikmati tulisan yang penuh sejuta makna.
Dari tiap artikel yang terjadi saya bisa menyimpulkan salah satu bagian yang di sukai bung donny adalah advertising ( sorry kalau salah ). 

Sebelum membahas planned and unplanned purchasing kita mungkin bisa melihat dulu customer goods classification ; customer biasanya membeli 1. convenience goods cth sabun, koran yang dimana barang tersebut hanya sekali pakai . Pada convenience goods dibagi lagi kedalam a-staples ( pembelian karena regular cth kecap, sambal dsb) , b-impulse goods dibeli tanpa perencanaan atau usaha untuk mencari sebuah barang ( cth permen majalah)  dan c-emergency goods  di beli karena kebutuhan mendesak ( cth beli payung di saat hujan mendadak )
2.Shopping goods ;barang yang oleh konsumen sebelum di beli dipertimbangkan sebelum di beli meliputi ; suitability ,quality, price dan style.
Ini pun terbagi dua a-homogenous shopping goods ( barang pada posisi sama tapi berbeda price , price sensitive) dan  b-heterogenous shopping goods ( feature dan service, harga bukan menjadi masalah)  
3.Specialty goods ; barang yang memiliki karakteristik unik cth mobil mercedes, Kamera etc.
4.Unsought goods ; orang membeli barang tanpa mengetahui secara lengkap ( cth smoke detector) 
Jika mengetahui hal diatas kita bisa menentukan product-product apa yang masuk pada planned dan unplanned purchasing. Mekanisme pemajangan produk di supermarket / shop mereka mengikuti kaidah diatas , lihatlah di meja kasir penuh barang impulse goods . di rak-rak dalam ruangan perusahaan berlomba-lomba memajang produk sejajar mata kita sehingga kita langsung melihat barang yang ada didepan mata kita, pernahkan kita melihat barang yang terletak paling bawah atau paling atas di rak toko ? . 
Lihatlah mekanisme pengaturan barang ala Toshiba , mereka mempunyai manual book penataan barang electronicnya. 
Oups hampir lupa , warna ( kembali keartikel warna) akan mempengaruhi orang untuk membeli cth gadis-gadis menyukai warna pink akan langsung membeli barang tersebut tanpa pikir panjang lagi ( impulse ) disamping itu tulisan dan gambar yang bertuliskan discount gede gede. 
Pembeli tanpa brand image yang kuat terhadap product akan segera dibelokan oleh toko ke produk yang seringnya dia mendapat bonus tinggi. 
Ada satu item lagi saya lupa istilahnya apa ; cthnya peralatan duka, orang menghindari untuk mendapat duka tapi jika terjadi dia akan membeli tanpa ada proses penawaran. 
 Terima kasih mas donny atas artikelnya .


&lt;strong&gt;Dony:&lt;/strong&gt;

Bung Peter, terima kasih dengan komentarnya yang panjang lebar. Saya sendiri mendapat tambahan pengetahuan dari komentarnya. Jangan kapok-kapok ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca setiap artikel yang ditulis , membuat saya teringat masa-masa kuliah, sangat menyenangkan menikmati tulisan yang penuh sejuta makna.<br />
Dari tiap artikel yang terjadi saya bisa menyimpulkan salah satu bagian yang di sukai bung donny adalah advertising ( sorry kalau salah ). </p>
<p>Sebelum membahas planned and unplanned purchasing kita mungkin bisa melihat dulu customer goods classification ; customer biasanya membeli 1. convenience goods cth sabun, koran yang dimana barang tersebut hanya sekali pakai . Pada convenience goods dibagi lagi kedalam a-staples ( pembelian karena regular cth kecap, sambal dsb) , b-impulse goods dibeli tanpa perencanaan atau usaha untuk mencari sebuah barang ( cth permen majalah)  dan c-emergency goods  di beli karena kebutuhan mendesak ( cth beli payung di saat hujan mendadak )<br />
2.Shopping goods ;barang yang oleh konsumen sebelum di beli dipertimbangkan sebelum di beli meliputi ; suitability ,quality, price dan style.<br />
Ini pun terbagi dua a-homogenous shopping goods ( barang pada posisi sama tapi berbeda price , price sensitive) dan  b-heterogenous shopping goods ( feature dan service, harga bukan menjadi masalah)<br />
3.Specialty goods ; barang yang memiliki karakteristik unik cth mobil mercedes, Kamera etc.<br />
4.Unsought goods ; orang membeli barang tanpa mengetahui secara lengkap ( cth smoke detector)<br />
Jika mengetahui hal diatas kita bisa menentukan product-product apa yang masuk pada planned dan unplanned purchasing. Mekanisme pemajangan produk di supermarket / shop mereka mengikuti kaidah diatas , lihatlah di meja kasir penuh barang impulse goods . di rak-rak dalam ruangan perusahaan berlomba-lomba memajang produk sejajar mata kita sehingga kita langsung melihat barang yang ada didepan mata kita, pernahkan kita melihat barang yang terletak paling bawah atau paling atas di rak toko ? .<br />
Lihatlah mekanisme pengaturan barang ala Toshiba , mereka mempunyai manual book penataan barang electronicnya.<br />
Oups hampir lupa , warna ( kembali keartikel warna) akan mempengaruhi orang untuk membeli cth gadis-gadis menyukai warna pink akan langsung membeli barang tersebut tanpa pikir panjang lagi ( impulse ) disamping itu tulisan dan gambar yang bertuliskan discount gede gede.<br />
Pembeli tanpa brand image yang kuat terhadap product akan segera dibelokan oleh toko ke produk yang seringnya dia mendapat bonus tinggi.<br />
Ada satu item lagi saya lupa istilahnya apa ; cthnya peralatan duka, orang menghindari untuk mendapat duka tapi jika terjadi dia akan membeli tanpa ada proses penawaran.<br />
 Terima kasih mas donny atas artikelnya .</p>
<p><strong>Dony:</strong></p>
<p>Bung Peter, terima kasih dengan komentarnya yang panjang lebar. Saya sendiri mendapat tambahan pengetahuan dari komentarnya. Jangan kapok-kapok ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Piet</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-151</link>
		<dc:creator>Piet</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 12:58:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-151</guid>
		<description>Bukankah semua tanpa rencana...hehehehhe kaya lagunya kunci</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukankah semua tanpa rencana&#8230;hehehehhe kaya lagunya kunci</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hermin</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-100</link>
		<dc:creator>hermin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 22:54:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-100</guid>
		<description>Beberapa dekade lalu memang wanita suka berlama-lama di Supermarket dan akhirnya melakukan pembelian takterencana. Kini, nampaknya fenomena itu berangsur-angsur terbalik. Saya dan beberapa teman bahkan jika pergi ke suatu tempat perbelanjaan (asal bukan urusan fashion), langsung menuju tujuan pembelian. Dan beberapa suami teman bahkan dapat berlama-lama di Supermarket (sampai pasangannya jenuh kadang) dengan tujuan mencari barang-barang yang dirasa lebih murah... dan tidak menutup kemungkinan akhirnya terjadi pembelian tak terencana.

Btw, blog yang menarik juga nih... jadi bisa saling berbagi ya...

&lt;strong&gt;Dony:&lt;/strong&gt;

He..he..fenomena yang menarik mbak. Ada kemungkinan juga laki-laki berlama-lama di supermarket karena mereka enggak bisa belanja dengan effisien kayak wanita yang sudah terbiasa. Untuk mencari letak produk aja lamanya minta ampun. Saya sendiri kalau disuruh belanja ke supermarket harus ngubek-ngubek dulu hanya untuk mencari telur :p. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa dekade lalu memang wanita suka berlama-lama di Supermarket dan akhirnya melakukan pembelian takterencana. Kini, nampaknya fenomena itu berangsur-angsur terbalik. Saya dan beberapa teman bahkan jika pergi ke suatu tempat perbelanjaan (asal bukan urusan fashion), langsung menuju tujuan pembelian. Dan beberapa suami teman bahkan dapat berlama-lama di Supermarket (sampai pasangannya jenuh kadang) dengan tujuan mencari barang-barang yang dirasa lebih murah&#8230; dan tidak menutup kemungkinan akhirnya terjadi pembelian tak terencana.</p>
<p>Btw, blog yang menarik juga nih&#8230; jadi bisa saling berbagi ya&#8230;</p>
<p><strong>Dony:</strong></p>
<p>He..he..fenomena yang menarik mbak. Ada kemungkinan juga laki-laki berlama-lama di supermarket karena mereka enggak bisa belanja dengan effisien kayak wanita yang sudah terbiasa. Untuk mencari letak produk aja lamanya minta ampun. Saya sendiri kalau disuruh belanja ke supermarket harus ngubek-ngubek dulu hanya untuk mencari telur :p.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saniroy</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-99</link>
		<dc:creator>saniroy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 21:45:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/11/24/pembelian-terencana-dan-tak-terencana/#comment-99</guid>
		<description>Kalo pengamatan saya, wanita itu lamanya bukan untuk membeli tanpa rencana, tapi merekam harga untuk perbandingan/referensi di kemudian hari. Beda dengan kita masuk toko meski harga mahal pun langsung diembat :-P. Memang idelnya masuk tokonya bareng2 Pak, tapi ini pun paling hanya sempat dilakukan di hari libur dan untuk barang2 yang strategis atau mahal. 

Maaf dan nuhun, MSR

&lt;strong&gt;Dony:&lt;/strong&gt;

He..he..ini mungkin bisa digolongkan menjadi pembelian tak terencana jenis baru. Walaupun sudah ada yang ingin dibeli, keputusannya diambil di dalam toko setelah lihat-lihat harga. Kalau ada yang murah beli, kalau enggak ada tunggu sampai harganya turun. Yang bikin repot kalau sudah diajak keliling beberapa tempat belanja hanya untuk membandingkan harga :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo pengamatan saya, wanita itu lamanya bukan untuk membeli tanpa rencana, tapi merekam harga untuk perbandingan/referensi di kemudian hari. Beda dengan kita masuk toko meski harga mahal pun langsung diembat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> . Memang idelnya masuk tokonya bareng2 Pak, tapi ini pun paling hanya sempat dilakukan di hari libur dan untuk barang2 yang strategis atau mahal. </p>
<p>Maaf dan nuhun, MSR</p>
<p><strong>Dony:</strong></p>
<p>He..he..ini mungkin bisa digolongkan menjadi pembelian tak terencana jenis baru. Walaupun sudah ada yang ingin dibeli, keputusannya diambil di dalam toko setelah lihat-lihat harga. Kalau ada yang murah beli, kalau enggak ada tunggu sampai harganya turun. Yang bikin repot kalau sudah diajak keliling beberapa tempat belanja hanya untuk membandingkan harga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
