Perbedaan Tokyo dgn Osaka
1 11 2007Sebagai peneliti, saya sering tugas ke luar kota untuk mengikuti konfrensi, seminar, atau studi ke pabrik-pabrik. Hari ini saya baru pulang dari Shizuoka (sebelah selatan Tokyo) untuk studi ke pabrik kertas. Selama ini tugas ke luar lebih banyak ke Tokyo. Setahun bisa 4 sampai 5 kali. Kalau sedang tugas ke Tokyo, saya sering kecele ketika naik eskalator. Peraturan di Tokyo, orang berdiri disebelah kiri ketika naik eskalator. Sebelah kanan sengaja dikosongkan untuk orang yang diburu waktu. Sebaliknya peraturan di Osaka, tempat saya tinggal, orang berdiri di sebelah kanan. Karena terbiasa dengan peraturan Osaka, saya sering berdiri disebelah kanan walaupun sedang di Tokyo. Kalau sudah begini, orang Tokyo biasanya memandang dengan tatapan yang aneh. Kadang jadi malu juga :p.

Antara Tokyo dgn Osaka memang banyak perbedaan. Dan umumnya, baik orang Tokyo maupun orang Osaka menganggap bahwa merekalah yang benar atau standar. Dari segi bahasa, dialek Tokyo banyak berbeda dengan dialek Osaka. Kalau ada orang memakai dialek Tokyo di Osaka, kedengarannya kurang enak di telinga. Begitu juga sebaliknya. Orang Tokyo menyingkat McDonald menjadi makku, sedangkan orang Osaka menyingkatnya menjadi makudo. Jadi kalau mengajak orang Osaka “ayo kita makan di makku”, kemungkinan besar mereka tidak akan mengerti.
Bukan saja bahasa, dari segi selera fashion juga banyak perbedaanya. Orang Osaka senang dengan warna-warna yang mencolok. Apalagi warna kuning-hitam, warna klub baseball Hanshin Tiger, klub kesayangan orang Osaka. Orang Tokyo tidak terlalu menyukai warna-warna mencolok seperti Orang Osaka. Dari segi makanan juga banyak perbedaannya. Orang Tokyo memakai Shouyu (Soy Sauce) untuk dasar sup mie Jepang (Soba atau Udong), sedangkan orang Osaka memakai kaldu ikan. Makanya untuk produk-produk mie instant, produsen sering membuat segmentasi pasar berdasarkan daerah. Mie yang dijual di Tokyo rasanya berbeda dengan yang dijual di Osaka.
Sebenarnya masih banyak perbedaan-perbedaan kedua kota ini. Saya kira menarik untuk memperhatikannya. Apalagi kalau tahu sejarah terbentuknya kedua kota terbesar di Jepang ini. Kalau Anda tinggal di Jepang, silahkan tambahkan perbedaan antara Tokyo dan Osaka yang Anda ketahui.
Tambahan: Waktu pulang kemarin sempet turun di Nagoya. Kagum dengan pesatnya perkembangan kota ini. Saya dengar GDP daerah Chubu (Nagoya dan sekitarnya) melebihi GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya).






Pak Dony.
Saya pernah menuliskannya perbedaan ini di sini http://saniroy.wordpress.com/2007/03/27/naniwakko-vs-edokko/
Karakter dan perbedaan daerah memang lumrah (natural) selalu muncul, dan ini malah perlu dijaga :-). Penyeragaman hanya akan memberangus kreativitas dan potensi yang ada. Tapi untuk Tokyo-Osaka, saya lebih senang dengan kespontanan orang2 Osaka, selain supaya ada balans begitu. Jangan sampai Tokyo terlalu mendominasi. Yay! :-D.
Untuk Nagoya, secara geografis, wilayah yang diuntungkan karena terletak antara Kantou dan Kansai. Tak heran cipratan kue pembangunan dari Tokyo akan lebih cepat sampai Nagoya, dari pada wilayah Hanshin. Termasuk sebagai “Nippon Ichi” untuk baseball periode ini. Dari pada jatuh ke tangan Giants, saya lebih suka jatuh ke tangan Dragons, jika Tigers tak mampu berbuat banyak :-P.
Mdtk, MSR
Komentar:
Pak Sani, makasih komentar dan tambahan infonya.