<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Dibalik Slogan &#8220;Dijamin Paling Murah&#8221;</title>
	<atom:link href="http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/</link>
	<description>Situs tentang Marketing dan Perilaku Konsumen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 20:58:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: fakhrul</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-259</link>
		<dc:creator>fakhrul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 07:59:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-259</guid>
		<description>Artikel yang menarik...

Sebenarnya hal tersebut dalam ekonomi mikro-pun sudah dikaji.

Ketika setiap pihak melakukan tindakan, pasti mempertimbangkan cost benefit..  
HAl diatas bisa benar terjadi jika keadaan dipasar menunjukkan bahwa bagi kedua perusahaan mendapatkan keuntungan dengan &#039;kolusi&#039; untuk sama2 tidak menurunkan harga, maka harga tinggi akan terjadi.

Namun ketika kurang insentif untuk berkolusi dan ketika satu pihak tidak percaya bahwa pihak lain akan tetap pada harga tinggi dan tergiur dengan penurunan harga... keadaan seperti diatas tak akan terjadi,..

KAlau saya pikir, statement &#039;harga termurah&#039; ada atau tidak pengaruhnya juga tergantung pada siapa yang berbicara... Kalau pemain besar yang lebih efisien dan siap perang harga, maka hal ini mungkin efektif...

Kalau seandainya retailer gurem yang mengatakannya, apakah akan efektif ??

Saya rasa tidak, karena dalam persaingan usaha, pastinya setiap perusahaan berusaha untuk mengetahui sebanyak2nya tentang kompetitor mereka..

GREAT BLOG MAs, gw LInk ya

thank You

FAkhrul</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang menarik&#8230;</p>
<p>Sebenarnya hal tersebut dalam ekonomi mikro-pun sudah dikaji.</p>
<p>Ketika setiap pihak melakukan tindakan, pasti mempertimbangkan cost benefit..<br />
HAl diatas bisa benar terjadi jika keadaan dipasar menunjukkan bahwa bagi kedua perusahaan mendapatkan keuntungan dengan &#8216;kolusi&#8217; untuk sama2 tidak menurunkan harga, maka harga tinggi akan terjadi.</p>
<p>Namun ketika kurang insentif untuk berkolusi dan ketika satu pihak tidak percaya bahwa pihak lain akan tetap pada harga tinggi dan tergiur dengan penurunan harga&#8230; keadaan seperti diatas tak akan terjadi,..</p>
<p>KAlau saya pikir, statement &#8216;harga termurah&#8217; ada atau tidak pengaruhnya juga tergantung pada siapa yang berbicara&#8230; Kalau pemain besar yang lebih efisien dan siap perang harga, maka hal ini mungkin efektif&#8230;</p>
<p>Kalau seandainya retailer gurem yang mengatakannya, apakah akan efektif ??</p>
<p>Saya rasa tidak, karena dalam persaingan usaha, pastinya setiap perusahaan berusaha untuk mengetahui sebanyak2nya tentang kompetitor mereka..</p>
<p>GREAT BLOG MAs, gw LInk ya</p>
<p>thank You</p>
<p>FAkhrul</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fajar</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-258</link>
		<dc:creator>fajar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 06:05:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-258</guid>
		<description>----Pemakaian slogan ini sebenarnya bukan merupakan pesan kepada konsumen bahwa toko mereka adalah toko termurah, melainkan pesan(baca ancaman) kepada toko-toko kompetitornya.----


Logika yang brilian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8212;-Pemakaian slogan ini sebenarnya bukan merupakan pesan kepada konsumen bahwa toko mereka adalah toko termurah, melainkan pesan(baca ancaman) kepada toko-toko kompetitornya.&#8212;-</p>
<p>Logika yang brilian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saniroy</title>
		<link>http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-76</link>
		<dc:creator>saniroy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 20:29:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://donydw.wordpress.com/2007/10/10/dibalik-slogan-dijamin-paling-murah/#comment-76</guid>
		<description>Agak OOT Pak. Di acara2 TV itu, banyak warung menawarkan makanan big size dengan harga murah, misalnya ramen dengan cawan beberapa kali lipat cawan normal, atau burger tumpang lima besar2. Jika mampu menghabiskannya, mereka hanya dikenakan biaya murah malah. Sebaliknya, kalo tak habis maka ya bayar normal. Lebih mirip gambling mungkin? Dalam ilmu marketing bagaimana fenomena ini Pak, apa mereka juga laku atau menu2 itu hanya penarik saja (non-reguler menu)? :-P

&lt;strong&gt;Komentar:&lt;/strong&gt;

Saya juga kurang tahu pasti tujuannya. Mungkin lebih ke promosi, untuk menarik perhatian banyak orang. Dengan adanya &quot;Menu Jumbo&quot; seperti itu, orang-orang jadi tahu keberadaan toko tsb. Mungkin bisa juga faktor entertaintment, kalau ada yang berani makan menu jumbo, kosumen lain bisa terhibur. Yang jelas, kemungkinan mengambil langsung keuntungan dari menu seperti itu sepertinya kecil karena yang berani makan juga sangat terbatas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agak OOT Pak. Di acara2 TV itu, banyak warung menawarkan makanan big size dengan harga murah, misalnya ramen dengan cawan beberapa kali lipat cawan normal, atau burger tumpang lima besar2. Jika mampu menghabiskannya, mereka hanya dikenakan biaya murah malah. Sebaliknya, kalo tak habis maka ya bayar normal. Lebih mirip gambling mungkin? Dalam ilmu marketing bagaimana fenomena ini Pak, apa mereka juga laku atau menu2 itu hanya penarik saja (non-reguler menu)? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Komentar:</strong></p>
<p>Saya juga kurang tahu pasti tujuannya. Mungkin lebih ke promosi, untuk menarik perhatian banyak orang. Dengan adanya &#8220;Menu Jumbo&#8221; seperti itu, orang-orang jadi tahu keberadaan toko tsb. Mungkin bisa juga faktor entertaintment, kalau ada yang berani makan menu jumbo, kosumen lain bisa terhibur. Yang jelas, kemungkinan mengambil langsung keuntungan dari menu seperti itu sepertinya kecil karena yang berani makan juga sangat terbatas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
