Marketing dan Cinta

27 09 2007

Menurut American Marketing Association (AMA), definisi marketing adalah sbb:

Proses perencanaan dan pelaksanaan pengembangan produk, penentuan harga, promosi dan distribusi supaya tercipta kegiatan tukar-menukar untuk mencapai tujuan individu atau kelompok

Ada yang bilang hubungan cinta juga merupakan kegiatan marketing. Lho kok bisa. Ya bisa saja, coba baca baik-baik definisi di atas, lalu hubungkan dengan cinta. Dalam definisi di atas, yang dimaksud dengan tujuan individu dan kelompok adalah tujuan untuk memenuhi kebutuhannya (need). Dalam hubungan percitaan, setiap orang mempunyai kebutuhan yang melatar belakangi cintanya, misalnya kebutuhan akan kehangatan lawan jenis, orang yang bisa berbagi perasaan, atau kebutuhan akan pasangan hidup. Kebutuhan ini dipenuhi dengan cara tukar-menukar, dalam hal ini yang dimaksud adalah saling menukar perasaan cinta. Kebutuhan ini tidak akan terpenuhi apabila tukar-menukar cinta tidak terjadi, misalnya persaan cinta hanya ada pada satu pihak saja atau bertepuk sebelah tangan.

love

Supaya kegiatan tukar-menukar perasaan cinta ini terwujud dengan mulus, seseorang harus mengembangkan perasaan cintanya sebagai produk sehingga menarik lawan jenisnya (baca customer) untuk mendapatkan perasaan cinta tsb. Di sini seseorang harus bisa membuktikan bahwa produk cintanya mempunyai kualitas tinggi alias cinta sejati, bukan cinta gombal yang kualitasnya rendah.

Tahap berikutnya adalah menentukan nilai cinta atau harga cinta. Artinya dengan cinta apa dan cinta siapa produk cinta kita akan ditukarkan. Idealnya harga cinta diberi nilai sesuai dengan kualitasnya. Kalau terlalu rendah memberi harga, memang dengan mudah ditukarkan dengan cinta orang lain tapi belum tentu mendapat cinta yang bisa memuaskan kebutuhannya. Tapi juga jangan terlalu mahal memberi harga cinta sehingga lawan jenis harus membayar lebih untuk mendapatkan cinta itu. Kalau terlalu mahal memberi harga cinta bisa mengakibatkan timbulnya persepsi jelek terhadap cinta kita (cowok atau cewek matre).

Mengembangkan produk dan menentukan harga cinta saja belum cukup untuk mewujudkan kegiatan tukar-menukar. Kita juga perlu mempromosikan cinta kita supaya orang lain tertarik untuk menukar cintanya. Tahap pertama mungkin dengan advertising untuk membentuk image yang menarik tentang cinta kita. Ini bisa dilakukan dengan mempercantik atau mempertampan diri supaya cinta kita bisa terlihat menarik secara visual. Atau bisa juga dengan menunjukan sifat-sifat yang baik tentang diri kita. Kadang seseorang sulit mendapat cinta orang lain untuk ditukarkan walaupun dia sudah melakukan promosi. Pada kondisi seperti ini mungkin harga cinta kita perlu didiskon untuk mempermudah pertukaran. Tapi hati-hati, kalau terlalu sering mendiskon cinta kita bisa terjerumus pada pengobralan cinta.

Tahap yang terakhir adalah menentukan distribusi atau tempat untuk menukar cinta. Tempat pertukaran atau transaksi ini bisa bervariasi sesuai dengan tahap hubungan cinta. Dari tahap pernyataan cinta, pernikahan, sampai rumah tangga. Tidak ada teori yang baku tentang ini, tapi diharapkan dipilih tempat yang bisa mendukung proses tukar-menukar itu.

Ok, biar enggak ngelantur lebih jauh, saya stop sampai disini :-P . Selamat bermarketing cinta ;-) .


Tindakan

Information

Satu tanggapan

26 04 2008
oky

seep!!! saya kira enggak ada hubungannya tuh? marketing cinta..

semakin paham diri saya…

Tinggalkan komentar